Ketika Cinta Harus Memilih
Satu bulan sudah Arisa dan Trisna menjalani suatu hubungan , dan selama satu bulan tersebut tak ada masalah yang terjadi diantara mereka. Namun saat hubungan mereka menginjak 3bulan berbagai permasalahan sering menghampiri asmara Arisa dan kekasihnya. Hampir setiap hari pertengkaran diantara keduanya terjadi, pemicu permasalahan itu tak lain adalah mantan pacarnya Trisna. Ia selalu menghubungi Trisna baik lewat sms maupun sosmed, Arisa cemburu karena kkehadirannya cewek tersebut, ia menganggap bahwa cewek itu adalah pengganggu hubungannya dengan kekasihnya Trisna. Namun Trisna seolah tak memperdulikannya(Arisa) justru Trisna selalu membanding-bandingkan Arisa dengan Lina mantannya, menurutnya Lina lebih baik dari Arisa, ia lebih mengerti Trisna dan ia juga selalu menuruti kemauan Trisna. Betapa sakitnya hati Arisa mendengar kekasihnya berkata demikian, dimata Trisna selalu Lina lah yang lebih unggul dan lebih sempurna dari Arisa. Arisa tak tahu harus berbuat apa karena ia terlanjur mencintai Trisna, ia tak rela jikalau Trisna harus kembali lagi kepelukannya Lina tapi ia juga sakit hati dengan sikap Trisna. Mengapa? Mengapa disaat ia sudah benar-benar mencintainya justru Trisna selalu menyakiti hatinya dan selalu membanding-bandingkan ia dengan Lina. Kenapa dulu ia membuat Arisa sayang kepadanya jika pada akhirnya hanya untuk dibanding-bandingkan saja. Bukan hanya sekali dua kali Trisna seperti itu, tapi selama hampir 1 bulan ia terus-terusan menyakiti hati gadis yang menjadi kekasihnya saat ini.
4 ½ bulan sudah berlalu, pertengkaran-pertengkaran diantara Trisna dan Arisa sudah jarang terjadi. Nampaknya hubungan mereka berangsur-angsur membaik. Hal ini disyukuri oleh Arisa, ya tentu saja karena ini yang ia inginkan sedari dulu, bahagia bersama cowok yang ia cinta tanpa ada gangguan dari pihak lain. But tetapi, suatu hari kisah lama yang menyakiti hati Arisa kembali terulang, lagi dan lagi pertengkaran itu disebabkan oleh Lina. Tak henti-hentinya ia mengusik hubungan mereka. Hingga pikiran yang tak pernah ia pikirkan dan ia lakukan sebelumnya pun datang, Arisa mempunyai pikiran tuk berselingkuh, mungkin karena Trisna yang selalu menyakiti hatinya tanpa mau mengerti Arisa. Arisa menjadi jarang berkomunikasi dengan Trisna dan ia pun memutuskan untuk mencari cowok lain yang bisa ia jadikan untuk mengobati sepinya, agar Arisa tak terlalu merasa sakit hati. Ia mendapat sebuah nomor telephone cowok dari sahabatnya, awalnya Arisa ragu namun perasaan ragu itu sebentar saja hilang tertkalahkan oleh rasa kecewanya karena Trisna. Hari-hari berlalu, Arisa dan Iman teman sahabatnya itu menjadi lebih akrab mereka saling bertukar cerita. Iman yang mengetahui status Arisa waktu itu tidak sontak membuatnya menjauhi Arisa bahkan ia rela bersabar menunggu Arisa. Rasa suka pun tiba-tiba bersarang dihati keduanya, niat awal Arisa yang hanya ingin menjadikan Iman sebagai teman yang selalu ada saat ia kesepian, bahagia dan terluka ternyata tak seperti kenyataannya . mereka berdua memutuskan tuk menjalin suatu hubungan tanpa sepengetahuan Trisna yah bisa dibilang kalau Iman itu bersedia menjadi kekasih gelapnya Arisa. Tak ada kecurigaan dalam diri Trisna, ia tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dalam dunia maya Arisa dan Iman tak jarang tuk hanya sekedar saling berkomentar status, chatting dsb. Setelah 1 minggu mereka menjalani hubungan gelap, Iman memutuskan tuk menjadi teman biasa dengan alasan Arisa untuk membereskan dulu masalahnya dengan Trisna setelah masalahnya beres Iman akan kembali kepada Arisa karena bagaimanapun Trisna adalah masih cowok nya Arisa, Arisa setuju dengan tawaran Iman mereka menjadi teman biasa, akan tetapi mereka masih sering komunikasi bahkan bila dibandingkan dengan Trisna, Iman lebih sering menghubungi Arisa.
Tepat di tanggal 14 Februari 2011 hari yang sering kita sebut-sebut sebagai hari valentine itu, ada memberi sebuah kejutan untuk Arisa. Iman, ialah orang memberikan coklat valentine yang bertuliskan “I Love You” melalui sahabatnya Arisa tanpa sepengetahuan Arisa, betapa gembiranya Arisa saat itu dan yang membuuat ia kaget ialah coklat itu merupakan coklat pemberian dari Iman, bukan dari Trisna, Ia menangis haru. Ssejak kejadian itu, perasaan Arisa kepada Iman menjadi semakin terasa, selain karena Iman pengertian, rajin sholat, ia juga baik banget sama Arisa. Apa ini yang dinamakan perasaan yang tak wajar ? hari demi hari perasaan Arisa terhadap Iman semakin bertambah, hingga ia memutuskan tuk meyudahi hubungannnya dengan Trisna. Dengan hati yang sudah lega namun masih membekas luka, ia menceritakan semuanya kepada Iman, ia memberitahu Iman bahwa ia dan Trisna sudah resmi putus, tentu ini menjadi kabar yang cukup bahagia tuk didengar Iman. Iman pun langsung menyatakan cintanya lagi kepada Arisa, gadis yang sering ia sebut sebagai ‘the secret girl’. Tapi Arisa tidak langsung menjawabnya ia meminta waktu satu minggu tuk menjawab pernyataan Iman. Siapa sangka, esok harinya Trisna kembali menghubungi Arisa, ia ingin ia bisa memperbaiki lagi hubungannya dengan Arisa. Hal ini tentu membuat ia bingung. Karena di satu sisi, ia tak bisa memungkiri jika Trisna masih ada dihatinya dan Arisa masih menyayangi Trisna walaupun ia sering disakiti oleh Trisna hanya saja ia tidak suka sikap Trisna yang selalu mengekangnya. Namun di sisi lain, ia sudah terlanjur mencintai cowok yang baru satu bulan lebih ia kenal, ia menyukai dan mencintainya karena sikapnya, kebaikannya dan karena pengertiannya. Arisa bingung harus berbuat apa. Dia pun menceritakan masalah ini kepada sahabat-sahabatnya. Belum sempat ia memtuskan, Trisna sudah mengetahui bahwa selama ini ada cowok lain yang juga menyukai Arisa. Hal ini membuat Trisna marah, pada hari itu juga Trisna membuat hal yang membuat Arisa tak bisa melakukan apa-apa, ia mengancam Arisa dan menceritakan semua keburukannya kepada Iman. Arisa yang dilanda perasaan bimbang hanya bisa menangis. Ia menyayangi Trisna tapi ia tak mau apabila terus disakiti olehnya, Arisa juga sudah terlanjur mencintai Iman dan merasa berhutang budi kepada Iman, tapi Arisa malu kepada Iman karena Trisna membeberkan semua keburukan Arisa kepadanya. Inilah hal tersulit yang ia alami yaitu ketika harus memilih satu diantara yang ia cintai.
Because life is choice bukan ? jadi Arisa mau tidak mau harus memilih diantara Iman dan Trisna. Setelah ia mempertimbangkan semuanya ia putuskan untuk kembali menjalani hubungannya dengan Trisna dengan harapan setelah ini hubungannya akan lebih baik dari sebelumnya. Dan dengan berat hati ia pun langsung meninggalkan semua kenangan-kenangannya dengan Iman. Arisa mempersembahkan sebuah lagu untuk Iman :
Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidupku bersamanya
Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama
Suatu saat nanti kau 'kan dapatkan
Seorang yang akan dampingi hidupmu
Biarkan ini menjadi kenangan
Dua hati yang tak pernah menyatu
Maafkan aku yang biarkanmu
Masuk ke dalam hidupku ini
Maafkan aku yang harus melepasmu
Walau ku tak ingin
Semakin terasa cintamu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama
Satu hari, dua hari, tiga hari, satu minggu, satu bulan dan 3 bulan sudah ia kembali merajut cinta nya dengan Trisna. Apakah harapan ia selama ini terwujud ? apakah pilihan Arisa memilih kembali menjalani hubungan dengan Trisna adalah pilihan yang tepat ? TIDAK. Ya Arisa sudah mengambil pilihan yang kurang tepat. Ternyata Trisna semakin menyulitkan hidup Arisa. Andai waktu dapat kembali diputar, ingin rasanya Arisa kembali ke masa saat ia harus memilih, kalau saja ia tahu akan seperti ini mungkin waktu itu ia kan memutuskan tuk memilih Iman, namun semuanya sudah terjadi, sesal hanyalah sesal karena sekarang pun Arisa tak bisa berbuat apa-apa dan waktu terus berjalan, ia hanya pasrah menerima jalan hidupnya karena mungkin semua ini adalah bagian dari takdirnya. Sekarang Iman si secret boy nya Arisa sudah bahagia dengan sahabat baiknya Arisa, belum lama ini mereka jadian. Mungkin sebenarnya masih ada setitik kasih dihati Arisa untuk Iman tetapi sekarang ia harus menerimanya bahwa sahabatnya mungkin yang akan membuat Iman lebih bahagia. Ini semua juga karena keputusan Arisa dulu, Yah memang jalan hidup manusia ngga ada yang tahu, seperti halnya yang terjadi dengan Arisa. Hidup itu adalah pilihan, pikirkan baik-baik sebelum kita memutuskan tuk memilih jangan sampai kita menyesal atas pilihan kita, seperti Arisa yang menyesal telah memilih pilihan yang salah.
Crated By : Asri Budi Sulastri
TTL :Sumedang, 26 Desember 1995
Kelas/Sekolah : XII Akuntansi 2 / SMKN 2 Sumedang
Hobby : bernyanyi, baca buku, kumpul bareng sahabat